Lewati ke konten utama

Tanda darurat? Hubungi 112 atau 119 segera.

Panduan Darurat
PahamiDulu

Tanda Darurat

Tanda bahaya dari semua topik kesehatan — kapan harus segera mencari bantuan.

Kontak Darurat

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami kondisi darurat medis, segera hubungi:

  • 112 - Nomor Darurat Nasional
  • 119 - Ambulans Darurat Medis
  • 119 ext. 8 - Hotline Kesehatan Jiwa (SEJIWA, Kemenkes)
  • Gejala mengganggu fungsi di beberapa area (sekolah, rumah, sosial)
  • Perilaku impulsif yang berulang dan membahayakan
  • Gangguan tidur kronis yang memburuk
  • Pingsan mendadak
  • Sesak napas saat istirahat
  • Detak jantung sangat cepat atau tidak teratur
  • Demam tinggi bersamaan dengan sendi nyeri dan merah
  • Serangan pertama sebelum usia 30
  • Benjolan keras (tophi) di sekitar sendi
🫁Asma
  • Sesak berat hingga sulit bicara
  • Bibir atau kuku membiru
  • Inhaler tidak membantu sama sekali
  • Kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai
  • Tidak merespons namanya pada usia 12 bulan
  • Sedikit atau tidak ada gestur seperti menunjuk atau melambai pada usia 12 bulan
🌧️Depresi
  • Pikiran atau percobaan bunuh diri
  • Tidak bisa makan atau tidur selama berhari-hari
  • Tidak peduli sama sekali pada diri sendiri
  • Gula darah > 300 mg/dL atau < 70 mg/dL
  • Mual, muntah, napas berbau buah (ketoasidosis)
  • Kebingungan atau penurunan kesadaran
  • Gejala masalah jantung: sesak napas, kebiruan pada bibir
  • Gangguan pendengaran atau penglihatan yang tidak terdeteksi
  • Gangguan tidur (sleep apnea)
  • Kejang lebih dari 5 menit (status epileptikus)
  • Cedera selama kejang
  • Kejang berulang tanpa sadar di antaranya
  • Tekanan darah > 180/120 mmHg (krisis hipertensi)
  • Sakit kepala hebat mendadak + penglihatan kabur
  • Nyeri dada + sesak napas bersamaan
  • Pikiran untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri
  • Serangan panik berulang yang membatasi aktivitas
  • Kecemasan yang membuat tidak bisa makan atau tidur
  • Kolesterol total > 300 mg/dL
  • LDL > 190 mg/dL
  • Nyeri dada atau sesak (kemungkinan komplikasi jantung)
  • Sakit kepala mendadak dan sangat hebat
  • Disertai kelemahan satu sisi tubuh atau bicara pelo
  • Sakit kepala setelah cedera kepala
⚖️Obesitas
  • Obesitas + sesak napas saat istirahat
  • Nyeri dada atau palpitasi
  • Tanda depresi atau gangguan makan yang serius
  • Tics menyebabkan cedera fisik berulang
  • Tics sangat mengganggu makan, minum, atau bernapas
  • Depresi atau kecemasan parah akibat stigma sosial
🧠Stroke
  • Wajah turun sebelah, lengan lemas, atau bicara pelo yang muncul mendadak - segera hubungi 112 atau 119
  • Bingung mendadak, penglihatan terganggu, sulit berjalan, atau hilang keseimbangan
  • Sakit kepala hebat mendadak yang berbeda dari sakit kepala biasa
  • Gejala yang hilang dalam beberapa menit sampai jam (TIA) tetap wajib diperiksa di hari yang sama - catat waktu tepat gejala dimulai
  • Batuk lebih dari 2 minggu - periksa di puskesmas atau polu paru
  • Batuk keluar darah
  • Sesak napas berat atau nyeri dada
  • Demam lama dengan keringat malam berat dan berat badan turun tanpa sebab
  • Nyeri perut hebat atau nyeri saat ditekan
  • Muntah terus-menerus (3 kali atau lebih dalam 24 jam)
  • Perdarahan gusi atau mimisan
  • Tinja hitam atau muntah bercampur darah
  • Sangat lemas atau gelisah ekstrem, kulit dingin dan lembap
  • Demam turun tetapi kondisi memburuk - segera ke UGD (fase kritis sekitar hari 3-8)
  • Belum ada kata sama sekali pada usia 16-18 bulan
  • Belum bisa rangkaian dua kata pada usia 24 bulan
  • Regresi APA PUN: kehilangan kata atau kemampuan yang sudah dikuasai, di usia berapa pun
  • Ucapannya tetap tidak bisa dipahami orang luar melewati usia 3-4 tahun
  • Gagap disertai ketegangan, perjuangan, atau menghindari bicara
  • Selalu periksa pendengaran lebih dulu - lalu minta evaluasi tumbuh kembang

Halaman ini menyediakan informasi umum dan bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi untuk diagnosis dan penanganan.